Logo
Main Menu
Home
News
Blog
Links
Advanced Search
Contact Us
Newsflash

Rencana Rakernas tanggal 28 Juni 2008, KADIN UMKM telah dijadwalkan kembali Akhir Bulan Agustus 2008 untuk memberi waktu pada beberapa Kabupaten yang telah mereshufle kepengurusan dalam rangka Pengembangan Bisnis Agro Tanaman Industri Kenaf diseluruh Jatim.

Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Quote
“Negeri ini membutuhkan Patriot penyelamat bangsa, mungkin anda orangnya. Bagaimana caranya ? Lakukan sesuatu untuk orang lain yang anda ahlinya.”
-Gunsa 30449
Partners
Popular
Advertisement
MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS MELALUI DAKWAH Print E-mail
Written by Guntur Salahudin   
May 04, 2008 at 06:06 PM

Para Da'i muda dengan pendidikan tinggi ini perannya sudah menjadi motifator profesional yang dapat diterima oleh banyak pihak. Sentuhan bisnis pada Dakwah telah membuatnya menjadi kekuatan penarik yang luar biasa,  dengan memasuki wilayah bisnis hasilnya secara material sangat mengagumkan. Kekuatan Dakwah yang sangat berpengaruh dan menyentuh adalah motifasi dalam membangun semangat dimana manusia yang semula diliputi perasaan apatis, pesimis, putus asa dan kecewa seakan menemukan harapan baru sehingga memiliki kekuatan untuk bangkit kembali. Kalangan dunia usaha   yang setiap hari bergumul dan bertarung dengan ketidak pastian yang penuh ketegangan sangat membutuhkan kekuatan mental spiritual, keberadaan para motifator ini membangkitkan semangat produktifitas, yaitu semangat kerja produktif.

Para Da'i muda dengan pendidikan tinggi ini perannya sudah menjadi motifator profesional yang dapat diterima oleh banyak pihak. Sentuhan bisnis pada Dakwah telah membuatnya menjadi kekuatan penarik yang luar biasa,  dengan memasuki wilayah bisnis hasilnya secara material sangat mengagumkan. Kekuatan Dakwah yang sangat berpengaruh dan menyentuh adalah motifasi dalam membangun semangat dimana manusia yang semula diliputi perasaan apatis, pesimis, putus asa dan kecewa seakan menemukan harapan baru sehingga memiliki kekuatan untuk bangkit kembali. Kalangan dunia usaha   yang setiap hari bergumul dan bertarung dengan ketidak pastian yang penuh ketegangan sangat membutuhkan kekuatan mental spiritual, keberadaan para motifator ini membangkitkan semangat produktifitas, yaitu semangat kerja produktif.

Ditahun 1992 Lembaga Penelitian Umat Islam LP3UI di Surabaya bersama Badan Pengembangan Produktifitas Daerah (BPPD) Jatim telah berhasil merekrut 50 mubaligh menjadi motifator produktifitas. Mereka dimanfaatkan oleh banyak pabrik dan perkantoran untuk menjadi Khotib Masjid yang ada dilingkungan kerja. Dengan pengetahuan tentang ketenaga kerjaan, hubungan kerja dan produktifitas maka peran Da'i ini efektif untuk menciptakan hubungan yang sinergis antara majikan dan pekerjanya. Konflik yang terjadi umumnya adalah perbedaan persepsi tentang ukuran upah dan gajih, pekerja hanya menghitung berdasar lama jam kerja sedang majikan menghitung berdasar produktifitas, jumlah produk yang dihasilkan oleh pekerjanya. Perbedaan persepsi ini sekarang kian berkembang dengan kian seringnya demo tenaga kerja yang sudah menjurus pada kekerasan dan perusakan alat produksi. Produktifitas adalah nyawa dari pekerjaan, bila pekerja bekerja tanpa menghitung produktifitas maka nyawa perusahaan akan terancam karena hasil produknya akan kalah bersaing dipasaran. Begitu pentingnya produktifitas sehingga industri diseluruh dunia sekarang menggunakan sistem kontrak dan outsourcing. Pera Mubaligh dan Motivator produktifitas adalah membangun semangat kerja para pekerja untuk mengejar tingkat produktifitas yang merupakan dasar ukuran upah dan tingkat penghasilan.

Kenapa peran motifator menjadi kian penting ?
Produktifitas adalah titik kelemahan bangsa Indonesia, dalam kancah persaingan global menurut World Competitiveness Report Indonesia menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40). Berdasarkan survai internasional, saat ini Indonesia masuk peringkat 137 dari 147 negara yang disurvai, demikian menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dalam jumpa pers pada pertemuan kepala-kepala organisasi produktivitas nasional (NPO) di kawasan Asia Pasifik yang ke-47 (47th Workshop Meeting of Heads of NPOs) di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur. Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang. Kenapa banyak Sarjana menganggur ?  Bob Sadino, pengusaha Agro sukses pemilik Kemchick, mengatakan bahwa sistem pendidikan Indonesia yang ada hanya mencetak pencari kerja sehingga bila pekerjaan menjadi kian sulit dan langka ketika ekonomi kian merosot  mereka tidak mampu menciptakan pekerjaan.

Apa bedanya pencari kerja dan pencipta kerja ?
Pencipta kerja memiliki semangat, keberanian dan keyakinan untuk melakukan pekerjaan dengan ketrampilan yang dimilikinya. Berani  menghadapi ketidak pastian dan siap menerima keadaan sesulit apapun juga, selalu bersemangat dan pantang menyerah. Pencari kerja ingin berlindung dibalik pemberi kerja dengan gajih tetap dan penghasilan yang pasti, tidak berani menghadapi resiko. Dakwah memiliki kekuatan untuk memberi keyakinan, keberanian dan semangat berjuang  dalam mencapai tujuan. Sekalipun tanpa gajih seorang pencipta kerja dengan motifasi yang tinggi akan berusaha menciptakan penghasilannya sendiri, peran Dakwah adalah membangun dan memelihara semangat ini. Kelebihan dari Dakwah Islamiyah adalah kekuatan spiritual untuk menciptakan ketenangan, kesabaran dan keikhlasan dalam menerima kenyataan sehingga tidak mudah kehilangan pegangan. Mereka yang tidak tahan menderita oleh hempasan cobaan mudah tergoda untuk membuat kesalahan dan menciptakan kerusakan, yang kaya tergoda untuk menyalahgunakan kekayaannya, yang berkuasa tergoda menyelewengkan kekuasaannya, yang miskin tergoda untuk menjadi cepat kaya. Para pencipta kerja adalah para pemimpin yang memberi jalan bagi pencari kerja, satu pencipta kerja dapat menolong 1.000 pencari kerja yang ikut bekerja dengannya. Bila dari 1.000 pencari kerja ini tiap tahun dapat dicetak 100 pencipta kerja baru maka akan tertolong 100.000 pencari kerja didalam negeri sehingga tidak harus terlunta lunta dinegerii orang menjadi buruh kasar dan pembantu rumah tangga.

Merekrut Mubaligh dan Motifator Produktifitas.
 Mubaligh dapat direkrut dari Motifator atau sebaliknya, sekarang banyak mubaligh yang datang dari kalangan lulusan jurusan Ilmu Pengetahuan Umum seperti Insinyur, Dokter, sarjana Hukum bahkan manajer perusahaan atau mandor pabrik. Kelemahan lulusan Sekolah Agama seperti IAIN dan Pesantren adalah pada logika dan wawasan ilmiah yang berbasis pada pertanyaan apa, kenapa dan bagaimana (WHAT.WHY, HOW). Dibanyak pabrik yang lokasinya dipedesaan banyak terdapat santri pesantren, mereka ada diantara buruh, mandor, supervisor bahkan manajer. Dakwah produktifitas harus menggunakan methode riset dan pengembangan untuk mengukur hasilnya, berapa kenaikan produktifitas setelah pekerja menjadi lebih bersemangat, lebih disiplin, lebih rajin dan lebih tekun ? Dibutuhkan kerjasama dengan manajemen perusahaan yang tahu  disisi mana SDM perusahaan yang lemah semangat, apakah harus didukung dengan insentif tambahan penghasilan bagi yang dapat ditingkatkan atau ancaman mutasi atau pecat bagi SDM yang sulit diatur.

Dakwah di Indonesia tidak memiliki angka indikator gagal atau berhasilnya Dakwah meskipun Da'i lulusan PerguruanTinggi sudah mendapat pelajaran Methode Riset. Dinegeri yang mayoritas Muslim dengan jumlah jama'ah haji terbanyak didunia sangat ironis bila menduduki peringkat pertama korupsi, dapat dibayangkan dimana peran Dakwah yang nampak begitu semarak dimana mana. Dengan sasaran masyarakat produktif maka Dakwah mudah untuk diukur hasilnya. Cara sederhana cukup menggunakan sistem Uji Petik dimana tiap Da'i hanya berdakwah pada 10 sampai 20 pekerja dimana tiap pekerja memiliki kartu Progres report sebagai kartu pemantau sebagaimana kartu kontrol kesehatan pada pasien dirumah sakit. Dakwah semacam ini sangat membutuhkan komunikasi interaktif, Da'i mendeteksi pengaruh dakwahnya dari catatan pekerja dan sekaligus mengetahui kemampuannya dalam membangun semangat produktifitas. Methode R & D ini sangat menarik, baik bagi lembaga Penelitian Dakwah maupun pimpinan perusahaan yang membutuhkan data othentik tertulis peta kualitas SDMnya.

Nah anda tertarik untuk bergabung ? Silahkan hubungan Sekretariat KADIN UMKM  dan beri comment pada tulisan ini dan tinggalkan alamat e-mail anda.


User Comments


KADIN UMKM
Visi/Misi
Tentang Kadin UMKM
Pengurus
Jaringan Kerja
AD/ART
Petunjuk Operasional
Mitra Kerja
Polls
Layanan yang diharapkan dari KADIN UMKM ...
  
Events Calendar
July 2008
S M T W T F S
29301 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Google Search

Google

Who's Online
We have 65 guests online
Latest News

KADIN UMKM PROP. JAWA TIMUR
Powered by Mambo : Hosted by Commindo Intermedia