You are here > Home Mimbar Tantangan Koperasi & UKM
Tue 02 Sep 2014
Tantangan Koperasi & UKM Cetak Surel
Pengalaman menghadapi krisis ekonomi sebelumnya koperasi dan UKM masih tetap bertahan, namun pada krisis ekonomi global saat ini koperasi dan UKM diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan. Dengan marak munculnya lembaga keuangan mikro seperti ventura, BPR dlsb. Lembaga itu menjual produk yang sangat mudah diakses oleh masyarakat, dengan agungan seminimal mungkin dan kemudahan pencairan yang hanya memakan waktu 2,5 jam.

Tidak heran bila setiap pagi gedung mungil di Jl. Raya Jenggolo, Sidoarjo, yang bertitel sebagai ”... (red)... Finance” itu selalu dijubeli orang. Kecuali masyarakat membutuhkan layanan leasingnya juga kebutuhan kredit kecil diperlukan pula. Dan lembaga itu bisa melayaninya. Promosi secara besar-besaran dilakukan pula dengan memasang baliho besar yang bertuliskan ”hanya dengan 250 ribu, Anda dapat membawa pulang sepeda motor baru...!” Hal-hal seperti itulah yang hampir tidak pernah saya temui di Koperasi Simpan Pinjam ataupun USP. Yang tertulis di depan kantor KSP/USP hanyalah nama koperasi itu, dan tidak ada kalimat atau kata-kata yang mengarah pada promosi produknya.
Koperasi itu sama dengan lembaga bisnis yang lain. Hidup dari modal sendiri, berkembang dari pasar yang dibangun sendiri dan maju dari hasil kerja kerasnya sendiri. Fasilitas pemerintah sifatnya hanyalah penunjang. Itupun tidak permanen dan lambat laun akan berkurang. Di sinilah kesadaran koperasi diuji untuk tidak seterusnya mengharapkan fasilitasi pemerintah. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk membangun image yang lebih baik, utamanya dalam persaingan yang semakin kompleks itu. Dan saatnyalah koperasi melakukan perubahan secara besar-besaran di segala lini usahanya.

Seperti yang disampaikan Hermawan Kertajaya kepada penulis, saat pertemuan NCC (Need Career Conference) 27 Nopember 2008 di Tunjungan Hotel, Surabaya. Dia katakan bahwa perubahan yang mendasar untuk koperasi dan UKM adalah penguatan pada kelembagaannya. Dicontohkan Hermawan, ”Seperti koperasi wanita itu. Mereka memiliki organisasi yang sudah mensistem. Dengan induk Puskowanjati itu, semua persoalan yang mendasar bisa diselesaikan. Termasuk pengembangan permodalan serta informasi pasarnya. Perubahan sistem kelembagaan itulah yang harus ada. Maka sekali lagi koperasi dan UKM bisa maju kalau organizernya diperkuat. Karena yang namanya perubahan itu sekarang ini begitu cepatnya. Kalau kita tidak segera mengikuti perubahan itu, ya tergilas oleh yang lain. Anak kecil saja sudah main-main handphone, bahkan internet lagi. Jaman kita kecil dulu ndak gitu mainannya. Dunia serasa makin sempit. Kehidupan ekonomi semakin mengglobal,” katanya.

Bila dikaitkan dengan konsep ‘globalisasi”, maka Michael Hammer dan James Champy menuliskan bahwa ekonomi global berdampak terhadap 3 C, yaitu customer, competition dan change. Pelanggan menjadi penentu, pesaing makin banyak, dan perubahan menjadi konstan. Tidak banyak orang yang suka akan perubahan, namun walau begitu perubahan tidak bisa dihindarkan. Harus dihadapi. Karena hakikatnya memang seperti itu maka diperlukan satu manajemen perubahan agar proses dan dampak dari perubahan tersebut mengarah pada titik positif.

Masalah dalam Perubahan
Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan. Masalah yang paling sering dan menonjol adalah “penolakan atas perubahan itu sendiri”. Istilah yang sangat populer dalam manajemen adalah resistensi perubahan (resistance to change). Penolakan atas perubahan tidak selalu negatif, karena justru karena adanya penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul di permukaan dalam bentuk yang standar. Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat absensi meningkat, dan lain sebagainya.
Pengaruh Ekonomi Global
Pengalaman menghadapi krisis ekonomi sebelumnya koperasi dan UKM masih tetap bertahan, namun pada krisis ekonomi global saat ini koperasi dan UKM diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan. Dengan marak munculnya lembaga keuangan mikro seperti ventura, BPR dlsb. Lembaga itu menjual produk yang sangat mudah diakses oleh masyarakat, dengan agungan seminimal mungkin dan kemudahan pencairan yang hanya memakan waktu 2,5 jam.
Oleh : Bambang Sigit Pramono, SSos, MSi
 

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -